Postingan

Review Film-Film Dokumen Zaman Pendudukan Jepang

Gambar
                         Film pertama yang ditampilkan merupakan sebuah berita Jepang yang berjudul “ Berita Film di Djawa ”. Film tersebut dibuat oleh Nippon Eigasja yang merupakan sebuah perusahaan film milik pemerintahan militer Jepang. Mungkin perusahaan tersebut dibentuk dengan tujuan untuk menyebarkan berita dan membuat film-film propaganda Jepang yang disalurkan kepada masyarakat Indonesia. Hal yang wajar jika film ini banyak mengandung unsur-unsur positif Jepang di Indonesia. Film tersebut memiliki beberapa bagian. Bagian yang pertama berjudul “Serangan yang Jitu Terhadap Amerika dan Inggris”. Pada bagian ini, banyak ditampilkan berbagai macam serangan dari Jepang kepada pihak sekutu terutama Inggris di Jawa, seperti penayangan dalam penambakan senjata artileri, penghancuran kapal-kapal musuh, bahkan penyerahan Inggris kepada Jepang dengan ditandai adanya bendera putih sebagai simbol penyerahan di samping...

Laporan Jurnalistik Kuliah Tamu: "Dari Pangeran Petjah Koelit ke Obat Alternatif Malaria: 30 Tahun Penulisan Sejarah Indonesia"

Gambar
Materi yang berjudul “Dari Pangeran Petjah Koelit ke Obat Alternatif Malaria: 30 Tahun Penulisan Sejarah Indonesia” disampaikan oleh  Prof. William Bradley Horton, Ph.D. dari Akita University. Jepang. Beliau sering sekali diundang menjadi pembicara pada seminar yang diselenggarakan oleh Prodi Ilmu Sejarah, Universitas Airlangga karena beliau juga merupakan Adjunct Profesor Prodi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga. Adapun yang menjadi moderator pada seminar kali ini adalah Sarkawi B. Husain selaku Dosen Prodi Ilmu Sejarah, Universitas Airlangga. Pada awal penyampaian materi, Prof. William menyampaikan mengenai perannya dalam menulis buku yang berjudul The Hero of Batavia; Discourses The Rebellion Pieter Erberveld atau Pahlawan dari Batavia; Narasi Pieter Erberveld Melawan Kompeni . Prof. William tidak sendirian dalam menulis buku ini, melainkan bersama Mayumi Yamamoto dan buku ini juga mengandung 2 versi bahasa, yaitu Inggris dan Indonesia. Makanya tidak her...

Laporan Jurnalistik Kuliah Tamu: Penulisan Sejarah yang Tidak Dapat Ditulis: Pendekatan Baru untuk Memahami Zaman Pendudukan Jepang

Gambar
                Pada tanggal 11 Oktober 2021, Prodi Ilmu Sejarah, Universitas Airlangga mengadakan sebuah acara kuliah tamu dengan judul “Penulisan Sejarah yang Tidak Dapat Ditulis: Pendekatan Baru untuk Memahami Zaman Pendudukan Jepang”. Kuliah umum ini disampaikan oleh Prof. William Bradley Horton dari Akita University Japan. Beliau merupakan seorang Adjunct Profesor Prodi Ilmu Sejarah FIB Unair. Beliau juga seorang yang pernah tinggal di Indonesia yang tepatnya di Yogyakarta. Sebelum memasuki materi, sambutan disampaikan terlebih dahulu oleh Purnawan Basundoro dan Lina Puryanti dengan dimoderatori oleh Moordiati.           Adapun pembahasan utama pada kuliah tamu lebih berfokus pada sejarah Indonesia era penjajahan Jepang saat Perang Dunia II. Prof. William ini sebenarnya lebih ahli dalam kajian-kajian sosial khususnya pada zaman kolonial. Selain itu, beliau juga tertarik untuk mempelajari sejarah Perang ...

Mengenal Historiografi Kolonial: Sejarah Indonesia dari Perspektif Belandasentris

Gambar
 Indonesia telah dijajah oleh bangsa Belanda sejak akhir abad ke-16, yaitu tahun 1596 ketika kapal-kapal dari Belanda pimpinan Cornelis De Hautman tiba di pelabuhan Banten. Tidak lama kemudian, kedatangan bangsa Belanda lain yang membawa masing-masing nama perusahaan-perusahaan Belanda menyusul ke Indonesia dengan tujuan untuk kepentingan perdagangan. Menurut Adi Sudirman dalam  Sejarah Lengkap Indonesia  (2014), terdapat 14 perusahaan Belanda yang telah memberangkatkan 62 kapal ke Indonesia.  Kedatangan dan kolonisasi bangsa Belanda itu berakhir sampai pertengahan abad ke-20 yang tepatnya pada 9 Maret 1942 ketika Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang akibat invasinya ke Indonesia era Perang Dunia II. Jika dihitung sejak awal kedatangan bangsa Belanda sampai berakhirnya di Indonesia, mereka sudah ada di Indonesia selama 346 tahun meskipun tidak seluruh wilayah Indonesia dikuasai oleh Belanda. Namun, daerah Jawa sudah pasti menjadi sentral utama kekuasaan Bela...